Tuesday, September 8, 2009

Distorsi Motorwicara

Mungkin topik yang satu ini adalah fakta paling nyata atas ke-sok-tau-an gua dalam memainkan hidup. Tau motor kan? Posisi apa yang paling sering Anda praktekan di motor dalam kehidupan sehidup-hidup? Yang membawa motor? Atau yang dibonceng? Jika jawaban Anda adalah posisi dibonceng, maka ini adalah topik yang paling pas untuk Anda.

Manusia hidup sebagai makhluk sosial, itu adalah peran relatif yang pasti dipelajari saat manusia mulai mengkaji pelajaran sekolah dasar. Definisinya begini, manusia adalah makhluk sosial, tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, tetapi juga tidak bisa hidup tanpa adanya komunikasi antar manusia. Komunikasi berguna untuk menjalin hubungan sosial dengan manusia lain. Tanpa adanya komunikasi, mungkin gua menulis blog ini dalam tatanan huruf poliklinik. Tanpa adanya komunikasi, mungkin orang yang kebelet berak nggak bakal bisa gedor gedor pintu kamar mandi yang terisi buat teriak teriak menuntut hak keberakkannya. Dan juga, faktanya manusia dapat memperoleh sensasi bosan ketika komunikasi makin berkurang, lama lama akan berakibat kantuk. Intinya, komunikasi adalah resleting hidup, yang jika tidak bisa dibuka, maka kebutuhan kita untuk dibantu tidak dapat tersalurkan. Rasa kantuk yang dapat ditimbulkan dari kurangnya kapasitas komunikasi suatu aktivitas, dapat berakibat fatal bagi kaum Dibonceng. Jika tidur di motor, posisi meleset, nyawa berakhir ngaco. Jadi, kita butuh suatu komunikasi ketika kita berbonceng. Mungkin ini dapat dijadikan salah satu rukun berbonceng.

Adat istiadat dalam komunikasi berbonceng ini gua sebut sebagai motorwicara, pembicaraan di motor. Kadang motorwicara dimulai dari pengambilan topik, menengok, dan berbicara. Hal itu biasa dilakukan oleh pengendara. Jika dilakukan oleh pebonceng, maka tahapnya adalah pengambilan topik, mendekatkan kepala dengan kepala, lalu berbicara. Namun aktivitas yang terlihat mudah ini ternyata memiliki gangguan yang sangat kompleks. Sebut saja gangguan itu sebagai distorsi.

Unsur utama dari suatu senyawa distorsi adalah suara. Suara ini terdiri dari berbagai jenis suara, angin, mesin, klakson, dan unsur lainnya. Unsur-unsur distorsi tersebut dapat terjadi secara individu, atau juga secara bersamaan. Ironisnya, distorsi ini selalu terjadi di setiap tahap Berbicara suatu motorwicara. Maka tidak sedikit pebonceng yang sok sok mengerti apa yang dibicarakan oleh pengendara. Sebagai contoh, ini adalah suatu ilustrasi dan klasifikasi dis-motorwicara yang kerap terjadi pada aktivitas bermotor di berbagai belahan dunia.

1. Kasus Jawaban Kurang Interaktif
Pengendara : "COY, BESOK KITA JAM BERAPA BERANGKAT DARI RUMAH?"
Pebonceng : "IYA KAYAKNYA, HAHAHAH."
(Ciri : pengendara mengeluarkan kata tanya dengan lantang untuk melawan distorsi, pebonceng yang salah tanggap juga melontarkan jawaban nggak nyambung dengan lantang untuk melawan distorsi dan ditambah aksen tertawa agar terkesan nyambung)

2. Kasus Agar Dikata Peduli
Pengendara : "KITA TADI SEHARUSNYA BISA TUH NGE-GOL-IN SATU ANGKA LAGI!"
Pebonceng : "mmm, haha"
Pengendara : "IRWAN AJA TUH TADI YANG KELAMAAN NGOPERNYA"
Pebonceng : "haha"
Pengendara : "LO BESOK GIMANA BERANGKAT DARI RUMAHNYA?"
Pebonceng : "kayaknya sih, haha, iya iya"
(Ciri : Pengendara mengeluarkan kata pernyataan/curhatan dengan lantang untuk melawan distorsi, pebonceng yang tidak jelas mendengar karena distorsi hanya menjawab dengan ekspresi 'berpikir' sebagai tanggapan peduli dan suara yang pelan untuk menghindari kesalahan kepedulian lalu ditambah aksen tertawa agar terkesan nyambung)

Maka, berdasarkan contoh-contoh kasus non-fiksi di atas, sebaiknya kita jujur pada diri kita sendiri dan khususnya pengendara, apabila kita tidak mendengar jelas pembicaraan yang dilakukan. Dalam tatanan peristiwa ini, mungkin mobilwicara lebih aman dilakukan, karena bebas dari ancaman distorsi distorsi yang kian mengganggu jalannya suatu komunikasi sosial.

4 comments:

ical disemutin said...

'iya kayanya si begitu haha'

haha bisa aja deh anda
jeli dalam mengangkat topik

sering kejadianni diatas motor
haha

kenyo said...

hahahaha... iya emang kadang kalo gw naek motor gaga denger apa2 soalnya brisik abieess... akhirnya gw jd bolot deh

Anggita Aisha said...

heii blognya bagus bangeet :) tata bahasanya dalem tapi bermakna.. haha

Fata Hanifa said...

gyahahahaahahahahahaaa , aku bgt tuh yg bagian ditanya jawabnya HAHAHAHA mulu XD

lucuuuuuu XD

salam knal !